PALU – Anggota Banggar , , mempertanyakan urgensi dan indikator capaian rencana studi luar negeri ke Singapura yang digagas BKPSDMD Kota Palu dalam rapat pembahasan APBD Perubahan 2026, Selasa (22/09/2026).​

​Pertanyaan tersebut dilayangkan Muslimun langsung kepada Kepala BKPSDMD Kota Palu, John Yus Madoli, menyusul adanya usulan tambahan anggaran perjalanan dinas sebesar Rp1,126 miliar.​

Muslimun menilai pengajuan anggaran bernilai fantastis tersebut bertolak belakang dengan komitmen pemerintah daerah yang tengah menggalakkan efisiensi.​

​Selain menyoal efisiensi, ia menyoroti keterwakilan pejabat kewilayahan yang dinilai janggal karena hanya mengikutsertakan lima camat dari total delapan kecamatan yang ada di Kota Palu.​

“Kenapa tidak delapan kecamatan sekalian? Perjalanan dinas camat ke luar negeri lima orang, kan kita kecamatan ada delapan,” ujarnya, seraya meminta kriteria penetapan peserta diperjelas agar tidak memicu polemik internal.​

​Ia mendesak BKPSDMD membeberkan indikator keberhasilan yang konkret serta menyarankan pemkot mengalihkan studi ke daerah dalam negeri seperti Batam yang karakteristiknya lebih relevan dengan Kota Palu. ***