YOGYAKARTA – Ketua dan Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Yus Mangun, SE, dan Ronald Gulla, ST, melakukan kunjungan Koordinasi dan Komunikasi (Korkom) Antar Daerah di Badan Keuangan dan Pengelolaan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (16/10/2025).
Rombongan diterima langsung oleh Kepala Bidang Pengelolaan Barang Milik Daerah BPKAD DIY, Zulaifatun Najjah, SE., M.Si, di lantai 3 kantor BPKAD DIY.
Dalam kunjungan tersebut, Yus Mangun menjelaskan tujuan kedatangan mereka adalah mempelajari sistem pengelolaan aset daerah, mulai dari pendataan, pemanfaatan, hingga penghapusan aset, guna memastikan tata kelola aset yang tertib, akuntabel, dan berkontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Tujuan kami datang ke Yogyakarta adalah untuk belajar bagaimana tata kelola aset dilakukan di sini. Kami ingin melihat bagaimana sistem pengelolaan aset bukan hanya sebatas pencatatan, tetapi juga dapat memberikan kontribusi nyata terhadap PAD,” ujar Yus Mangun.
Zulaifatun Najjah menambahkan, pengelolaan aset di DIY dioptimalkan melalui kerja sama dengan pihak swasta, sistem bagi hasil, maupun penyewaan aset strategis, sesuai Undang-Undang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah (HKPD). Ia juga menjelaskan, BPKAD DIY menggunakan aplikasi yang mencakup seluruh proses pengelolaan aset dan melakukan rekonsiliasi data setiap tiga bulan untuk menjaga keakuratan informasi.
Sekretaris Komisi II, Ronald Gulla, menilai sistem pengelolaan aset di DIY mampu meningkatkan nilai tambah setiap aset bagi PAD. Ia menyoroti juga pengelolaan barang elektronik dan kendaraan dinas, di mana aset tetap digunakan selama berfungsi, dengan penggantian dilakukan jika biaya perawatan tinggi.
Menariknya, Zulaifatun mengungkapkan bahwa banyak aset tanah pemerintah di Yogyakarta merupakan milik Keraton, termasuk lahan kantor BPKAD DIY.
Kunjungan ini diharapkan menjadi referensi bagi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk memperkuat sistem pengelolaan aset daerah yang tertib, transparan, optimal, dan berkontribusi nyata terhadap peningkatan PAD.**