PALU – Menyoroti dugaan kurang transparannya pemanfaatan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), puluhan siswa SMAN 5 Palu menggelar unjuk rasa di halaman sekolah, Senin (15/9/2025).
Aksi tersebut fokus pada penggunaan dana untuk kegiatan ekstrakurikuler, yang menurut siswa selama ini tidak tersalurkan sebagaimana mestinya.
Abdul Aman, Ketua Majelis Perwakilan Kelas (MPK) SMAN 5 Palu, mengungkapkan, dana BOS yang seharusnya mendukung 14 jenis ekstrakurikuler di sekolah kerap tidak sampai ke siswa.
“Kegiatan seperti futsal, basket, voli, bahkan paskibraka masih dibiayai siswa sendiri. Sedangkan di laporan dana BOS tercatat ada Rp198 juta untuk ekstrakurikuler. Kami ingin tahu, kemana dana itu dialokasikan,” jelas Abdul Aman.
Abdul menambahkan, meskipun proposal kegiatan siswa sering disetujui, pencairan dana hampir tidak pernah terjadi. Ia mencontohkan kegiatan resmi sekolah seperti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), yang sebagian besar biaya harus ditanggung sendiri oleh siswa.
“MPLS lima hari, tapi hanya tiga hari makan disediakan. Dua hari lainnya kami tanggung sendiri. Uang BOS sama sekali tidak sampai ke bendahara OSIS atau MPK, semuanya tertahan di wakasek kesiswaan,” imbuhnya.
Unjuk rasa berlangsung kondusif. Kepala SMAN 5 Palu, Salim, menyampaikan apresiasi atas keberanian siswa menyuarakan aspirasi. Ia menekankan bahwa belum tersalurnya dana BOS disebabkan pencairan anggaran yang tertunda beberapa bulan terakhir.
“Kami menghargai inisiatif anak-anak menyampaikan aspirasi. Dana BOS belum tersalurkan dari bulan Juli hingga September, sehingga wajar mereka menanyakan transparansi. Sekolah tetap berkomitmen menyalurkan dana sesuai kebutuhan kegiatan setelah pencairan tersedia,” ujar Salim.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Sulteng, Asrul Achmad, menyatakan akan membentuk tim khusus untuk menindaklanjuti tuntutan siswa.
“Mulai siang ini, Dinas Pendidikan akan mengundang semua pihak yang relevan, termasuk kepala sekolah, guru, dan siswa, agar keterangan yang diperoleh seimbang dan lengkap,” pungkasnya.
Unjuk rasa siswa berakhir tertib. Mereka menekankan bahwa aksi ini semata-mata untuk menuntut keterbukaan penggunaan dana BOS, bukan untuk menyinggung pihak sekolah.**