PALU – Ikatan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia (IKAMABASTRA) FKIP Universitas Tadulako (Untad) menginisiasi program Lapak Baca, sebuah ruang terbuka untuk membaca, berdiskusi, dan berbagi perspektif yang digelar di taman kampus Jl. Soekarno-Hatta, Jumat (5/9/2025).
Koordinator Lensa IKAMABASTRA, Salma inisiator lapak baca mengatakan, kegiatan ini berangkat dari keresahan mahasiswa yang jarang membaca bahkan di lingkungan akademik Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.
“Awalnya kami melihat keresahan di sekitar, teman-teman yang merasa jarang membaca. Dari situlah muncul ide Lapak Baca,” ujar salma selepas sesi dialog.

Mantan Ketua Umum IKAMABASTRA, Kevin, menilai Lapak Baca masih relevan dengan kondisi literasi saat ini, meski partisipasi masih rendah dilingkungan mahasiswa terkhusus di Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia itu sendiri.
“Jika minat baca cukup, menceritakan sedikit dari bacaan seharusnya tidak sulit. Kenyataannya banyak yang masih kesulitan. Meski begitu, program ini penting dan perlu terus dikembangkan,” kata Kevin.
Ia menambahkan keberlanjutan program sangat ditentukan oleh kreativitas panitia.
“Lapak Baca ini tidak boleh berhenti di sini. Panitia harus terus mencari cara baru agar kegiatan lebih menarik, termasuk menambah koleksi buku dan memperluas kolaborasi. Kami sudah upayakan berkordinasi dengan teman-teman dari L-Aksi, dan ini jadi langkah positif untuk memperluas audiens,” jelas Kevin.
Lanjutnya, “Dulu, orang yang cari buku, sekarang buku yang cari orang.”
Senada dengan itu, Ketua Umum IKAMABASTRA, Wahyu, menyatakan pihaknya akan berupaya agar kegiatan berjalan lebih masif.
“Mahasiswa masih jauh dari budaya membaca dan menulis. Karena itu, kami berencana mengadakan Lapak Baca hingga tiga kali dalam sebulan agar akses literasi semakin dekat dengan mahasiswa,” bebernya.
Wahyu menambahkan, publikasi kegiatan juga terus diperluas untuk menarik lebih banyak peserta.
Ke depan, Wahyu berencana Lapak Baca IKAMABASTRA tidak hanya melibatkan mahasiswa, tetapi juga akademisi di lingkungan Pendidikan Bahasa dan Sastra.
“Kami ingin program ini berkembang lebih luas. Kehadiran dosen dan akademisi Bahasa dan Sastra akan memberi perspektif baru sekaligus mendorong mahasiswa lebih serius dalam membangun budaya literasi. Harapannya, Lapak Baca menjadi ruang bersama yang menghubungkan mahasiswa, dosen, dan masyarakat,” pungkasnya.(Bim)