BATAM – Komisi II DPRD Provinsi Sulawesi Tengah menggelar kunjungan kerja ke Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Kepulauan Riau di Batam pada Kamis (5/11/2026).
Agenda ini dilaksanakan guna membangun koordinasi terkait strategi optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), penguatan tata kelola pendapatan, serta penggalian inovasi sumber-sumber penerimaan daerah.
Diskusi intensif tersebut berfokus pada berbagai terobosan yang diterapkan Bapenda Kepri dalam memacu penerimaan daerah, seperti pengoperasian Samsat Drive Thru, Samsat Keliling, Samsat Goes to Mall, hingga layanan Samsat antarpulau guna mempermudah akses warga.
Selain modernisasi bentuk layanan, penerapan sistem pembayaran digital seperti penggunaan aplikasi khusus, QRIS, kemitraan perbankan, dan berbagai platform pembayaran elektronik menjadi poin krusial yang dinilai efektif meningkatkan kepatuhan wajib pajak.
Tantangan geografis Kepulauan Riau sebagai wilayah kepulauan menuntut pendekatan pelayanan yang mampu menjangkau pulau-pulau terluar. Hal ini diperkuat dengan kebijakan insentif berupa program pemutihan denda pajak serta Gebyar Pajak Kendaraan Bermotor untuk menstimulasi kesadaran warga.
Pertemuan ini juga mengulas dinamika pengelolaan pajak di kawasan Free Trade Zone (FTZ) Batam yang memiliki aturan khusus, terutama menyangkut fasilitas perpajakan kendaraan bermotor, PPN, dan mekanisme pembatasan keluar-masuk kendaraan dari area FTZ.
Terkait realisasi target pajak, dibahas pula penerimaan pajak air permukaan di Kepri yang menargetkan Rp1 miliar namun belum mencapai hasil maksimal. Adapun pemungutan pajak kendaraan di atas air belum dapat berjalan lantaran masih terkendala ketersediaan regulasi pelaksana.
Berdasarkan hasil studi banding ini, Komisi II DPRD Sulteng memperoleh gambaran komprehensif mengenai formulasi peningkatan PAD, mulai dari inovasi digitalisasi, pengawasan, penagihan, hingga kebijakan insentif yang dapat dijadikan bahan pertimbangan kebijakan di Sulawesi Tengah.
Rangkaian agenda diakhiri dengan pertukaran cendera mata sebagai simbol penguatan hubungan antarlembaga daerah. Pada momen tersebut, Komisi II DPRD Sulteng turut menyerahkan oleh-oleh khas Kota Palu berupa produk bawang goreng kepada pihak Bapenda Kepri.
Secara keseluruhan, kunjungan antarlembaga ini menjadi langkah strategis dalam berbagi pengalaman serta mendorong lahirnya kebijakan pendapatan daerah yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan.
Dari pihak DPRD Sulteng, rombongan dipimpin oleh Ketua Komisi II Yus Mangun, SE, didampingi Sekretaris Komisi II Ronald Gulla, ST, serta sejumlah anggota yakni Rachmat Syah Tawainella, S.H., M.M., Dr. Vera R. Mastura, S.Sos., M.Si., Dra. Marlelah, M.Si., Rauf, dan Asrullah. Sementara penerimaan dari pihak Bapenda Kepri diwakili oleh Kabid Pengembangan Suryani, Kabid Pengawasan Fira, Kabid Penagihan Rini, Kasi Pendapatan Erang, serta Kasi Sistem Informasi Eka. ***