PALU – Anggota DPRD Kota Palu dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV, M. Sultan Amin Badawi, memprioritaskan pengawalan program bantuan usaha mikro dan kecil sebagai instrumen utama untuk mendongkrak daya beli masyarakat.
Komitmen tersebut disuarakan dalam kegiatan reses yang digelar di Jalan S. Moutong, Lorong Athena, Kelurahan Ujuna, Kecamatan Palu Barat, Rabu (4/11/2026).
Dalam kegiatan reses yang sudah berlangsung selama tiga malam tersebut, ia menjelaskan bahwa fokus utamanya di komisi terkait akan diarahkan pada penguatan sektor usaha mikro dan kecil. Kendati demikian, ia memastikan bahwa usulan infrastruktur dan fasilitas umum dari warga tetap akan disuarakan secara maksimal di gedung DPRD Kota Palu.
“Sebagian bantuan usaha, bantuan usaha mikro dan kecil—kemudian bantuan sosial berupa kursi. Tapi ke depan, saya lebih fokus ke bantuan usaha mikro dan kecil,” ujar Sultan.
Menurutnya, penguatan ekonomi kecil memiliki dampak beruntun yang sangat positif terhadap kestabilan ekonomi masyarakat bawah, terutama dalam mengatrol daya beli publik.
“Ekonomi ini, kalau kita perhatikan betul, dampak bagi ekonomi masyarakat kecil itu pasti akan bagus, terutama daya beli masyarakatnya. Bantuan mikro dan kecil ini sesuai dengan komisi saya, tapi tidak membelakangi usulan-usulan warga terkait infrastruktur dan fasilitas umum,” tambahnya.
Selain persoalan modal usaha, sesi dialog dalam reses tersebut juga diwarnai dengan sejumlah keluhan warga terkait kendala administratif. Salah satu sorotan utama adalah tertahannya bantuan sosial dari pemerintah pusat akibat aturan persyaratan desil yang dikaitkan dengan kewajiban pembayaran retribusi sampah lokal.
Sebagai tindak lanjut dari seluruh aspirasi yang dihimpun selama tiga malam reses, politisi tersebut berharap agar pemerintah daerah dapat lebih proaktif memfasilitasi warga agar memiliki kemandirian finansial dan tidak terus-menerus bergantung pada uluran tangan pemerintah.
“Bagaimana warga kita mendapatkan income dari usaha mereka masing-masing. Ya, itu tadi, Pemerintah Kota Palu harus memfasilitasi keluarga masyarakat Kota Palu agar bagaimana caranya mereka bisa berusaha, apakah berdagang atau usaha jasa lainnya, biar mendapatkan income,” pungkasnya.
Ia menutup dengan penekanan bahwa perputaran ekonomi yang lahir dari sektor usaha mandiri akan memberikan dampak jangka panjang yang jauh lebih sehat bagi pertumbuhan Kota Palu secara keseluruhan.
Rangkaian kegiatan serap aspirasi yang dimulai sejak pukul 19.30 WITA tersebut berjalan tertib dan interaktif. Kelancaran jalannya reses ini tidak lepas dari koordinasi Degrita MK. Tobigo, S.Sos., M.Si., dan A. Agustiartie Fitriyanit, SH., serta didampingi penuh oleh Aswir Hidayat dalam mengawal setiap jalannya dialog hingga akhir acara. BIM