PALU – Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar DPRD Kota Palu memediasi polemik pemangkasan pohon secara ekstrem oleh pihak PLN yang diprotes oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu. Ketua Komisi C DPRD Kota Palu, Abdurahim Nasar Al Amri, menegaskan perselisihan kedua instansi tersebut murni dipicu oleh kurangnya komunikasi dan koordinasi.
RDP tersebut digelar setelah DLH Kota Palu mengajukan permohonan RDP akibat ditemukannya aktivitas pemangkasan pohon metode topping atau pemotongan radikal di sepanjang Jalan Moh. Hatta, Jalan Juanda, serta beberapa ruas jalan lainnya.
DLH menilai metode pemangkasan sepihak oleh PLN yang hanya menyisakan batang utama itu berisiko merusak kesehatan pohon, memicu pembusukan batang, dan membentuk tunas yang lemah. Selain itu, DLH menyoroti ancaman keselamatan masyarakat mengingat sepanjang tahun 2025 saja telah tercatat tiga orang menjadi korban akibat pohon tumbang.
Menanggapi masalah yang memicu RDP tersebut, Ketua Komisi C DPRD Kota Palu yang akrab disapa Wim menegaskan bahwa pertemuan ini berhasil melahirkan kesepakatan bersama antara kedua belah pihak.
“Alhamdulillah sudah ada titik terang. Ini kalau menurut saya cuma miskomunikasi saja, satu sama lain tidak ada koordinasi. Tapi yang lebih berhak (mengatur pohon) adalah DLH,” kata Wim usai memimpin RDP bersama para anggota Komisi C, yakni Alfian Chaniago, Andris, Vivi Irade, Zet Pakan, dan Sucipto; pada Kamis (1/10/2026).
Wim menjelaskan, PLN memang memiliki hak dan kepentingan untuk mengamankan jaringan listrik dari gangguan pohon. Namun, pemangkasan tidak boleh dilakukan secara asal-asalan tanpa memperhitungkan keseimbangan dan kondisi pohon secara keseluruhan.
“Jangan PLN cuma potong misalnya yang ada di kabelnya saja, tapi ada satu sisi mungkin yang di ujung jalan dipotong kirinya, kekuatannya menguat ke kanan dan itu bisa membahayakan. DLH juga jangan memotongnya sepihak yang membuat nanti membahayakan ke depan,” jelas Wim.
Sebagai solusinya, Wim memastikan PLN dan DLH Kota Palu akan segera duduk bersama dalam rapat teknis lanjutan untuk menyusun langkah pemangkasan yang terkoordinasi, demi menjaga keamanan jaringan listrik sekaligus keselamatan warga serta lingkungan di Kota Palu.
“Jadi kesimpulannya adalah, alhamdulillah titik terangnya mereka akan rapat bersama, insyaallah akan bersinergi bersama untuk pemotongan di Kota Palu. Jadi Kota Palu ke depannya juga akan lebih baik,” pungkas Wim. BIM