PALU – Anggota DPRD Kota Palu, Abdurrahim Nasar Al’amri, menyampaikan catatan kritis terkait prioritas penggunaan anggaran daerah dalam Rapat Paripurna Pandangan Umum Fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 di Ruang Sidang Utama DPRD Kota Palu, Selasa (29/9/2026).
Abdurrahim mendesak, Pemerintah Kota (Pemkot) Palu untuk segera menuntaskan pembayaran hak-hak dasar masyarakat dan aparatur bawah, seperti insentif Ketua RT/RW serta Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN.
Dalam forum paripurna pandangan fraksi tersebut, legislator yang akrab disapa Wim ini membeberkan keluhan warga dan aparatur yang diserapnya secara langsung di lapangan.
”Kemarin saat bersilaturahmi dan duduk bersama warga, kami menerima banyak aspirasi terkait insentif RT/RW yang belum terselesaikan. Tidak hanya insentif RT/RW, ternyata TPP bagi para pegawai juga belum dibayarkan,” beber legislator yang menjabat Ketua Komisi C DPRD Kota Palu itu .
Ia menekankan pentingnya efisiensi serta ketepatan porsi anggaran pada APBD Perubahan 2026. Pemkot Palu diingatkan agar tidak memunculkan kesan mengutamakan kegiatan seremonial bernilai besar—seperti rangkaian perayaan Ulang Tahun Kota Palu—di tengah masih tersendatnya hak keuangan garda terdepan pelayanan publik.
—
”Jangan sampai di luar sana timbul persepsi kita menggelar kegiatan yang menyerap anggaran besar, sementara persoalan mendasar di tingkat paling bawah justru belum diselesaikan. Para pegawai dituntut bekerja keras, maka hak keuangan mereka sudah sepatutnya segera diselesaikan,” tegasnya dalam forum sidang pleno tersebut.
Menutup pandangannya, Abdurrahim meminta Asisten I Setda Kota Palu untuk menyampaikan poin keberatan dan masukan ini secara langsung kepada Wali Kota Palu agar pencairan hak RT/RW dan TPP pegawai dapat segera dieksekusi.
”Melalui Pak Asisten, kami minta hal ini disampaikan langsung kepada Pimpinan Daerah agar insentif RT/RW dan TPP pegawai segera dicairkan. Penyelesaian kebutuhan dasar masyarakat di tingkat bawah harus menjadi prioritas utama kita,” pungkasnya. BIM