PALU – Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menerima audiensi Aliansi Penjaga Danau Poso, aktivis, serta ilmuwan lingkungan yang dipimpin Prof. Dr. Ir. Muhammad Nur Sangadji, DEA di ruang kerjanya pada Kamis (3/9/2026).
Pertemuan tersebut membahas langkah strategis mempercepat penetapan Danau Poso menjadi geopark nasional, dengan prioritas utama berupa pembentukan badan pengelola di Kabupaten Poso.
Gubernur Anwar Hafid menyatakan komitmennya untuk segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Poso guna membentuk tim geopark.
“Saya undang Bupati supaya kita bentuk secepatnya tim geopark,” ujar Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid.
Langkah ini menjadi krusial untuk mengelola 24 situs yang telah berstatus SK agar dapat dihidupkan secara terpadu. Pengelolaan terpadu selama satu tahun tersebut diproyeksikan menjadi pijakan utama menuju status Geopark Nasional.
Dalam audiensi tersebut, ditegaskan bahwa konsep geopark tidak bertujuan membatasi aktivitas warga seperti pada kawasan taman nasional, melainkan mengintegrasikan konservasi dengan peningkatan ekonomi berkelanjutan.
“Kalau geopark dibuat masyarakat menjadi lebih baik, saya kira tidak ada yang bisa menolak untuk itu,” demikian pandangan yang disampaikan dalam pertemuan tersebut.
Pendekatan ini mengusung tiga pilar utama, yakni geodiversity, biodiversity, dan cultural diversity, serta memperkuat kembali kearifan lokal melalui musyawarah dan aturan adat.
Selain nilai ekologis dan potensi ekonomi dari komoditas lokal seperti budidaya sidat, Danau Poso memiliki peran strategis sebagai penopang kehidupan dan sistem kelistrikan di Pulau Sulawesi.
“Danau Poso ini semuanya adalah kehidupan bagi seluruh masyarakat di Sulawesi,” ungkap salah satu peserta audiensi.
Sebagai langkah konkret pendukung, Pemprov Sulteng telah menetapkan Danau Poso sebagai kawasan strategis provinsi dan mengusulkannya menjadi kawasan strategis nasional agar memperoleh dukungan pembiayaan APBN.
Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa penataan dan pelestarian ekosistem Danau Poso menjadi perhatian utamanya karena tekanan ekosistem danau yang kian meningkat.
“Ini perlu kita lestarikan bersama,” tegas Gubernur.
Ia juga menambahkan komitmen penuhnya untuk memastikan proyek kelestarian dan ekonomi tersebut berjalan nyata di lapangan.
“Insyaallah ini menjadi concern saya. Saya kira kita merealisasikan sehingga mudah-mudahan Danau Poso semakin berjaya ke depan dan juga bisa memberikan kehidupan yang lebih baik lagi kepada masyarakat,” tutur Gubernur.