– Duduk bersama warga Jalan Maleo, Kelurahan Lasoani, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah () Kota Palu , S.Sos., menyerap berbagai polemik keseharian masyarakat pada Rabu (19/8/2026) malam. 

Mulai dari kekhawatiran warga atas sertifikat tanah ganda, tumpukan sampah ranting pohon, hingga antrean panjang BBM di SPBU menjadi catatan penting yang akan diboyongnya ke meja legislatif dalam kegiatan Caturwulan II tahun 2026 tersebut.

​Dalam sesi dialog, warga menyoroti kerumitan administrasi pertanahan di tingkat kelurahan yang memicu potensi sertifikat ganda dan penipuan tanah kavling, seperti yang terjadi di wilayah Kawatuna dan Petobo. Selain itu, warga mengeluhkan armada kebersihan yang belum optimal mengangkut sampah organik jenis daun dan ranting pohon, serta panjangnya antrean BBM bersubsidi di SPBU yang mengganggu fungsi jalan raya.

​Menanggapi keluhan tersebut, perwakilan Pemerintah Kecamatan Mantikulore menegaskan komitmennya untuk memperketat pengawasan pertanahan dan berkoordinasi langsung dengan para lurah guna mencegah terjadinya praktik penipuan tanah.

​Sementara itu, Anggota DPRD Kota Palu Zet Pakan menyatakan siap membawa seluruh masukan warga ke tingkat legislatif, khususnya terkait evaluasi kinerja instansi teknis mitra Komisi C.

​”Setiap masukan warga mengenai pengangkutan sampah akan langsung kami koordinasikan dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Komisi C terus mendorong penambahan armada dan efisiensi petugas kebersihan di lapangan,” tegas Zet Pakan.

​Zet Pakan menambahkan, Pemkot Palu dan DPRD saat ini merencanakan pembangunan Tempat Penampungan Sementara (TPS) di setiap kecamatan guna memangkas jalur distribusi sampah menuju TPA. Terkait isu BBM subsidi dan ketidaksinkronan regulasi pusat-daerah, pihaknya akan mendorong evaluasi pengawasan lapangan bersama Dishub dan Kepolisian, serta menyampaikan rekomendasi redistribusi anggaran ke pemerintah pusat.

​Jalannya kegiatan reses di Daerah Pemilihan (Dapil) 1 ini turut dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kecamatan Mantikulore. Agenda penyaringan aspirasi tersebut dikoordinasi oleh Bayu Febrianto, S.H., H. Agussalim, S.Sos., dan Yulianti Pakiding, S.Sos., M.Si., serta dibantu oleh Nuryamina dan Rifki selaku pendamping reses. BIM