PALU – Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si, resmi diangkat sebagai Anggota Kehormatan Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII). Prosesi penyematan seragam dilakukan oleh Ketua Umum PB IKA PMII, Drs. Fathan Subchi, M.A.P., dalam rangkaian Pelantikan Pengurus Wilayah IKA PMII Sulteng di Grand Sya Hotel Palu, Minggu (28/6/2026).

Berdasarkan SK Pengurus Besar, Anwar Hafid dinilai memiliki integritas dan kontribusi besar yang sejalan dengan nilai perjuangan organisasi.​

​“Ini adalah penghargaan pertama yang saya terima sebagai anggota kehormatan IKA PMII. Saya mengucapkan terima kasih kepada Ketua Umum PB IKA PMII beserta seluruh keluarga besar PMII. Amanah ini akan saya jalankan dengan penuh tanggung jawab dan saya siap mendukung misi organisasi di mana pun saya berada,” ujar Anwar Hafid dalam sambutannya.​

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menjelaskan filosofi “Sulteng Nambaso” yang tidak hanya bermakna besar secara geografis, melainkan sebuah cita-cita membangun daerah yang besar dalam kualitas SDM, pendidikan, kesehatan, ekonomi, prestasi, dan kesejahteraan.

“Daerah kita memang luas, tetapi ukuran keberhasilan bukan hanya luas wilayah. Yang paling penting adalah bagaimana masyarakatnya semakin cerdas, sehat, sejahtera, dan memiliki daya saing,” katanya.​

Guna mewujudkan visi tersebut melalui sembilan program prioritas (Program BERANI), Anwar Hafid menegaskan bahwa fokus utama saat ini berada pada sektor pendidikan (BERANI Cerdas) dan kesehatan (BERANI Sehat).

“Kondisi keuangan daerah boleh saja terbatas, tetapi pelayanan kepada masyarakat tidak boleh berhenti. Orang yang sakit harus tetap dilayani. Anak-anak harus tetap bisa sekolah. Itu komitmen pemerintah,” tegasnya.​

Selain menargetkan seluruh desa teraliri listrik sebelum tahun 2029 dan memperjuangkan keadilan fiskal bagi daerah penghasil SDA ke Komisi XI DPR RI, Gubernur juga menyoroti pengentasan pengangguran terbuka lulusan SMA. Pemerintah daerah kini menggandeng korporasi industri untuk menyiapkan tenaga kerja lewat berbagai pelatihan keterampilan termasuk bahasa Mandarin.

“Kami ingin lulusan pelatihan tidak hanya memiliki sertifikat, tetapi langsung memiliki peluang bekerja di kawasan industri yang berkembang di Sulawesi Tengah,” jelasnya.​

​Sementara itu, Ketua Umum PB IKA PMII, Drs. Fathan Subchi, mengajak seluruh alumni PMII untuk mengambil peran strategis sebagai mitra kritis pemerintah melalui kontribusi nyata dan kolaborasi antarelemen.

“Kita ingin demokrasi melahirkan manfaat bagi rakyat. Semua elemen harus bersatu, saling menguatkan, dan bersama-sama mengawal pembangunan agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya dalam acara yang turut dihadiri Kepala BPK Perwakilan Sulteng I Putu Wisudhantara dan jajaran pengurus wilayah baru tersebut.​