JAKARTA – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid, memutuskan untuk membatalkan kehadirannya sebagai narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar oleh Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di Jakarta pada Rabu (17/6/2026).
Langkah itu diambil agar ia bisa segera kembali ke Palu malam ini untuk memimpin langsung penanganan dampak gempa bumi bermagnitudo 6,7 yang mengguncang sejumlah wilayah di Sulteng.
Sebelumnya, Anwar Hafid dijadwalkan menjadi salah satu gubernur se-Indonesia yang berbicara dalam FGD DPD RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. Acara tersebut mengusung tema “Reformulasi Desain Desentralisasi Politik: Menuju Asimetrisme dan Tata Kelola Pemerintahan yang Efektif” untuk menyoroti kerangka otonomi daerah dan desentralisasi di Indonesia.
Namun, rencana tersebut dibatalkan setelah bencana gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Palu, Sigi, Donggala, Parigi Moutong, dan Poso pada Selasa (16/6/2026) pukul 11.27 WITA. Gubernur menegaskan bahwa keselamatan dan kondisi masyarakat di daerah jauh lebih prioritas.
“Malam ini saya segera kembali ke Palu dan sudah membatalkan kehadiran dalam acara FGD DPD RI. Besok pagi saya akan langsung turun ke lokasi untuk melihat masyarakat yang paling terdampak dan korban akibat gempa bumi hari ini,” ujar Anwar Hafid, Selasa malam (16/6/2026).
Berdasarkan laporan awal yang diterima Gubernur melalui panggilan video bersama Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, wilayah Kamarora 1, Kamarora 2, serta Lembantongoa menjadi daerah yang terdampak paling parah. Merespons laporan tersebut, Anwar Hafid langsung menginstruksikan jajaran pemerintah daerah untuk bergerak cepat.
”Saya sudah meminta Bupati Sigi dan Kepala BPBD Sulteng untuk segera berada di lapangan, khususnya di titik-titik yang terdampak parah, agar penanganan bisa dilakukan secepat mungkin,” tegas mantan Bupati Morowali dua periode tersebut.
Gubernur juga memerintahkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait untuk segera melakukan langkah tanggap darurat. Dinas Sosial diinstruksikan memenuhi kebutuhan logistik makanan dan minuman, sementara BPBD Sulteng diminta segera mendirikan tenda pengungsian, menyediakan air bersih, membangun dapur umum, serta melakukan pendataan korban dan kerusakan rumah warga.
Di akhir keterangannya, Anwar Hafid mengimbau seluruh masyarakat Sulawesi Tengah, khususnya di wilayah terdampak, untuk tidak panik dan tetap tenang sembari meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan.
”Mari kita selalu berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar bencana gempa bumi ini cepat berlalu dan kita semua dilindungi. Kami harap masyarakat tetap tenang namun selalu waspada, dan bagi petugas yang telah diberi amanah agar bekerja maksimal membantu warga,” pungkasnya. ***