PALU – Sekretaris Komisi II DPRD Sulawesi Tengah, Ronald Gulla, mewakili pimpinan dewan menghadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2026 di Gedung Pogombo, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Senin (11/5/2026). 

Kegiatan ini dirangkaikan dengan peluncuran Buku Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Anti Korupsi yang dipimpin oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus bersama perwakilan KPK serta Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti.

Dalam kesempatan tersebut, Ronald Gulla menekankan pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai integritas ke dalam kurikulum pendidikan. Menurutnya, pemahaman mengenai bahaya korupsi harus ditanamkan kepada siswa sejak dini agar mereka memahami bahwa tindakan tersebut bertentangan dengan prinsip kejujuran.

“Pendidikan anti korupsi penting ditanamkan sejak dini agar generasi muda memiliki pemahaman dan kesadaran untuk menjauhi segala bentuk tindakan korupsi,” ujar Ronald di sela-sela kegiatan. 

Ia berharap bahan ajar tersebut menjadi instrumen efektif dalam membangun karakter generasi penerus yang bertanggung jawab.

Selain fokus pada integritas, pertemuan tersebut juga membahas strategi menjaga stabilitas harga pangan dan daya beli masyarakat. Ronald menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan daerah merupakan kunci utama dalam menekan laju inflasi di Sulawesi Tengah.

“Upaya pengendalian inflasi bukan hanya menjadi tugas pemerintah pusat, tetapi juga pemerintah daerah bersama seluruh stakeholder agar stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat tetap terjaga,” pungkasnya. 

Acara ini diharapkan memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menjaga pertumbuhan ekonomi sekaligus menciptakan budaya anti korupsi di daerah. **