DONGGALA – Kepolisian Resor () Donggala menggelar kegiatan silaturahmi dan peningkatan sinergitas bersama elemen buruh serta kelompok masyarakat Kabupaten Donggala dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day), di Aula Yeri Mamentiwalo Polres Donggala pada Jumat (1/5/2026).

Kegiatan tersebut bertujuan mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat dalam penyampaian aspirasi secara damai.

​Kapolres Donggala, , S.I.K., M.Si., menyatakan bahwa melalui momen ini, Polres Donggala secara resmi menerapkan perubahan konsep pengamanan. Jika sebelumnya fokus pada penjagaan ketat, kini jajaran Polres Donggala lebih mengedepankan aspek pelayanan dan kehadiran humanis Polri di tengah massa aksi.

​”Tahun ini kami buat agar lebih terkoordinasi dengan rapi dan lebih mengedepankan kebersamaan. Konsep pengamanan kini kami ubah menjadi pelayanan, di mana kepolisian hadir langsung dalam setiap penyampaian aspirasi masyarakat agar berjalan tertib, aman, dan santun,” ujar AKBP Angga dalam sambutannya.

​Dalam kegiatan tersebut, Polres Donggala juga mengajak 10 elemen asosiasi guru dan serikat pekerja untuk menyepakati Deklarasi Damai. Terdapat tiga poin utama yang ditekankan, yakni menolak aksi anarkis dan kerusuhan, mengedepankan dialog silaturahmi, serta menjaga persatuan di tengah perbedaan suku, agama, maupun pandangan politik.

​Kapolres menambahkan bahwa kebijakan yang diambilnya selama ini banyak menyerap aspirasi masyarakat melalui media sosial. Ia menilai peran aktif warga Donggala di dunia maya, khususnya kaum ibu di Facebook, memberikan masukan yang jujur dan berharga bagi evaluasi kinerja kepolisian di lapangan.

​”Banyak kebijakan saya yang mengacu pada laporan masyarakat di media sosial. Hal ini membuktikan bahwa komunikasi dua arah antara Polres dan warga sangat efektif untuk menjaga kondusivitas wilayah, sehingga aspirasi dapat tersampaikan tanpa perlu ada gesekan,” tambahnya.

​Sebagai bagian dari inovasi pelayanan, Kapolres memperkenalkan prinsip kerja “TENGAH” sebagai landasan baru bagi personel Polres Donggala dalam melayani publik. TENGAH merupakan akronim dari Tertib, Empati, Nyaman, Guyub, Aman, dan Harmonis. 

Kegiatan yang dihadiri oleh tokoh masyarakat dan serikat buruh ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk mendukung pembangunan daerah. Dengan semangat kebersamaan tersebut, Polres Donggala optimis mampu mengawal setiap aspirasi masyarakat guna mewujudkan visi “Donggala Bangkit” yang aman dan kondusif. BIM