PALU – Ketua DPP Asosiasi Pengusaha Konstruksi Indonesia (Aspekindo) Sulawesi Tengah, Syamsuddin Makka, mengingatkan para pelaku usaha jasa konstruksi untuk meningkatkan kompetensi dan pemahaman regulasi. Hal ini merespons keluhan sejumlah pengusaha di Kota Palu terkait dinamika sistem pengadaan barang dan jasa pemerintah yang kini berbasis digital.
Makka menilai keluhan tersebut sering kali muncul akibat keterbatasan pemahaman terhadap transformasi aturan terbaru. Ia menegaskan bahwa sistem pengadaan saat ini telah mengalami perubahan signifikan, sehingga para kontraktor dituntut untuk lebih mandiri dan profesional agar mampu bersaing di level nasional.
“Regulasi sekarang berbeda dengan sebelumnya. Pengusaha daerah wajib siap dengan aturan yang berlaku, termasuk menguasai sistem informasi serta kompetensi yang diterapkan pemerintah,” ujar Makka, Selasa (29/4/2026).
Ia menjelaskan bahwa sistem e-katalog merupakan instrumen transparansi yang memberikan peluang setara bagi pelaku usaha. Melalui portal pengadaan yang terintegrasi, kontraktor dapat memilih paket pekerjaan yang sesuai dengan kapasitas perusahaan, selama memenuhi kualifikasi teknis yang dipersyaratkan.
Terkait peran organisasi, Makka menggarisbawahi bahwa fungsi utama asosiasi jasa konstruksi saat ini adalah melakukan pembinaan anggota, bukan sebagai pihak yang membagikan proyek. Menurutnya, keberhasilan mendapatkan pekerjaan sangat bergantung pada kemampuan badan usaha dalam membaca peluang di sistem elektronik.
“Perlu dipahami, asosiasi hanya berfungsi membina, bukan membagikan paket pekerjaan. Anggota tetap harus bekerja dan bersaing sesuai kapasitasnya,” tegasnya.
Adapun transformasi sistem pengadaan ini memiliki dasar hukum yang kuat, yakni Perpres Nomor 12 Tahun 2021 dan Perpres Nomor 17 Tahun 2023, serta aturan teknis dari LKPP. Sistem ini dirancang untuk menciptakan ekosistem pengadaan yang lebih cepat, efisien, dan transparan tanpa melalui mekanisme tender konvensional yang rumit.
Menutup keterangannya, Makka berharap pengusaha konstruksi lokal, khususnya yang tergabung dalam Aspekindo, dapat lebih proaktif dalam meningkatkan kapasitas. Menurutnya, peluang pada proyek-proyek APBD Sulawesi Tengah masih sangat besar bagi mereka yang siap secara kompetensi dan teknologi. **