MAMUJU – Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) melakukan kunjungan kerja strategis ke Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) pada Kamis (23/4/2026). Rombongan yang dipimpin Sekretaris Komisi IV, Hj. Wiwik Jumatul Rofi’ah, disambut langsung oleh Gubernur Sulbar, Suhardi Duka (SDK), guna membahas sinkronisasi kebijakan antar-daerah.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Suhardi Duka memaparkan keberhasilan Sulbar dalam melakukan efisiensi anggaran melalui perampingan birokrasi, di mana jumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dipangkas dari 35 menjadi 29 instansi. Langkah ini diambil untuk memastikan kinerja pemerintahan lebih ramping namun tetap lincah dan efektif.

Terkait arah pembangunan ekonomi, Gubernur SDK menegaskan komitmen Sulbar untuk tidak bergantung pada sektor pertambangan karena risiko lingkungan yang tinggi. Sebaliknya, Pemprov Sulbar lebih memilih fokus pada sektor pertanian dan perkebunan sebagai motor penggerak ekonomi jangka panjang yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat.

“Kami memilih sektor pertanian dan perkebunan. Selain perizinan tambang yang kini rumit karena terpusat di Jakarta, kami juga mempertimbangkan dampak lingkungan bagi generasi mendatang,” tegas Suhardi di hadapan delegasi Sulteng.

Sulbar juga memamerkan program unggulan “Panca Daya” serta “PASTI PADU” (Penanggulangan Kemiskinan dan Penanganan Stunting Terpadu). Pada tahun 2026, Sulbar melakukan transformasi strategi sosial dengan mengalihkan bantuan tunai menjadi program pemberdayaan masyarakat yang lebih produktif bagi Komunitas Adat Terpencil (KAT), bekerja sama dengan Kementerian Sosial RI.

Merespons paparan tersebut, Sekretaris Komisi IV , Hj. Wiwik Jumatul Rofi’ah, menjelaskan bahwa Sulawesi Tengah saat ini juga tengah menggencarkan program “9 Berani”. Program ini menjadi instrumen utama Pemprov Sulteng dalam mengintervensi persoalan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara komprehensif.

Selain isu sosial-ekonomi, kunjungan ini juga menjadi ajang diskusi mengenai inovasi kebudayaan. Para legislator Sulteng mendorong adanya kolaborasi pengembangan seni daerah agar tetap diminati generasi muda, salah satunya dengan pengemasan atraksi kesenian yang lebih modern pada setiap perayaan HUT daerah.

Delegasi Komisi IV yang hadir dalam kunjungan ini terdiri dari Hj. Wiwik Jumatul Rofi’ah (Sekretaris), Mariam Tamoreka, I Nyoman Slamet, Aristan, Sri Atun, Rahmawati M. Nur, Awaluddin, dan Baharuddin Sapi’i.

Kunjungan koordinasi ini diharapkan memperkuat sinergi antarprovinsi di Pulau Sulawesi, khususnya dalam menyelaraskan penanganan stunting dan pemberdayaan masyarakat adat yang menjadi isu prioritas di kedua wilayah tersebut. **