PALU – Muhammad resmi menjabat sebagai Ketua Harley-Davidson Club Indonesia () Palu periode 2025–2028. Pelantikan dilakukan oleh Ketua Umum HDCI Pusat Ahmad Sahroni yang diwakili Sekretaris Jenderal Husdi Karyono, di Sriti Convention Hall Palu, Sabtu (4/4/2026).

Dalam sambutannya, Fathur Razaq menceritakan perjalanan organisasinya di dunia otomotif sebelum dipercaya memimpin HDCI Palu. Ia mengawali kiprah sebagai anggota HDCI di Makassar, kemudian aktif di Ikatan Indonesia (IMBI) hingga menjabat Sekretaris Jenderal IMBI Sulawesi Selatan.

“Bayangkan, saya anak Morowali bisa menjadi Sekjen di Sulawesi Selatan. Itu menjadi salah satu perjalanan yang sangat berarti bagi saya,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pengurus pusat serta seluruh pihak yang hadir dalam pelantikan tersebut. Menurutnya, keberhasilan sebuah organisasi tidak terlepas dari kekuatan kerja sama tim.

Fathur turut menyoroti peran pengurus, pembina, dan komunitas otomotif yang selama ini berkontribusi dalam pengembangan HDCI, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Ia berharap kehadiran HDCI di Palu dapat menjadi wadah silaturahmi antar komunitas motor, sekaligus mendorong berbagai kegiatan positif di bidang otomotif.

“HDCI hadir bukan hanya sebagai komunitas, tetapi juga sebagai sarana mempererat persaudaraan dan menghadirkan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh anggota untuk menjaga kekompakan serta membangun citra positif komunitas otomotif di .

Sementara itu, Sekjen HDCI Pusat Husdi Karyono menilai pelantikan HDCI Palu sebagai salah satu yang paling meriah dibandingkan daerah lain.

Ia mengungkapkan, jumlah anggota HDCI di seluruh Indonesia kini mendekati 5.000 orang, menjadikannya salah satu klub motor berbasis Harley-Davidson terbesar di Tanah Air.

“Semakin besar organisasi, semakin besar pula tanggung jawabnya. Kita harus memastikan kehadiran HDCI memberi dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Husdi juga menegaskan pentingnya peran komunitas dalam kegiatan sosial serta keselamatan berkendara. Ia menilai, ukuran keberhasilan organisasi tidak hanya dari aktivitas touring, tetapi juga kontribusi nyata kepada masyarakat.

“Kalau hanya berkendara tanpa memberi manfaat, itu belum bisa disebut hebat. Hebat itu ketika kita bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat luas,” tegasnya.

Selain itu, ia mendorong seluruh anggota untuk menjunjung tinggi keselamatan berkendara serta mengikuti sistem pelatihan yang telah ditetapkan organisasi.

Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum bagi HDCI Palu untuk terus berkembang sekaligus berkontribusi dalam membangun ekosistem otomotif yang positif, aman, dan bermanfaat di Sulawesi Tengah. **