DONGGALA – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Donggala melalui Kepala Seksi Ketersediaan Pangan, Farliyah, memastikan ketersediaan bahan pokok relatif aman menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026. Cadangan beras saat ini tercatat sekitar 4.000 ton dan diproyeksikan mencukupi hingga Oktober berdasarkan rata-rata produksi dua tahun terakhir.
Farliyah menyampaikan, sejumlah komoditas utama dalam kondisi aman, di antaranya beras, daging sapi, ayam, ikan, telur, serta minyak goreng. Ketersediaan stok komoditas tersebut dinilai masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Idul Fitri.
“Untuk stok beras, posisi kita aman sampai Idul Fitri, bahkan perhitungan sementara bisa sampai Oktober. Komoditas seperti daging, ayam, ikan, telur dan minyak juga relatif aman,” ujar Farliyah, Kamis (12/2/2026).
Meski demikian, beberapa komoditas hortikultura menunjukkan tren kenaikan harga. Cabai rawit, cabai keriting, cabai besar, serta bawang merah dan bawang putih tercatat mengalami kenaikan menjelang hari besar keagamaan.
Produksi cabai di sejumlah wilayah seperti Tanantovea dan Labuan memang ada, namun belum panen serentak sehingga pasokan masih terbatas. Sementara bawang merah dan bawang putih masih bergantung pada distribusi dari luar daerah melalui Kota Palu.
Farliyah menjelaskan, secara fisik barang tersedia di pasar, namun tantangan utama terletak pada stabilitas harga. Ia juga menyoroti rantai distribusi yang belum efisien, di mana hasil pertanian Donggala kerap dibawa ke Palu terlebih dahulu sebelum kembali dijual di pasar lokal.
Kondisi ini menyebabkan adanya tambahan biaya distribusi. Contohnya, cabai yang dibeli di Palu seharga Rp35 ribu per kilogram bisa dijual di Donggala hingga Rp50 ribu per kilogram.
Sebagai langkah antisipasi, Dinas Ketahanan Pangan Donggala akan membentuk pos pengawasan pangan di pintu-pintu perbatasan sesuai instruksi Gubernur untuk memantau arus keluar-masuk komoditas. BIM