PALU – Anggota DPRD Kota Palu, Ratna Mayasari Agan, menggelar penjaringan aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya di Jalan Lembu, Kelurahan Tatura Selatan, Selasa malam (3/2/2026).
Kegiatan tersebut menjadi wadah dialog langsung antara wakil rakyat dan warga untuk menyampaikan persoalan yang dihadapi di lapangan.
Dalam pertemuan tersebut, Legislator Partai Amanat Nasional (PAN) itu mencatat sejumlah persoalan utama yang disampaikan warga, terutama terkait infrastruktur lingkungan.
Keluhan yang mengemuka meliputi drainase yang tidak berfungsi optimal dan memicu genangan air, kondisi jalan yang rusak akibat aktivitas galian, rabat beton lorong yang belum terealisasi, serta penerangan jalan umum yang sering mati bahkan hilang di beberapa titik.
Ratna Mayasari Agan menyampaikan bahwa sebagian usulan warga sebenarnya telah masuk dalam penganggaran sebelumnya dan kini berada pada tahap pelaksanaan. Ia menegaskan akan memastikan seluruh pekerjaan dilakukan sesuai kebutuhan teknis di lapangan agar tidak menimbulkan masalah baru bagi masyarakat.
Terkait drainase, Ratna memastikan akan melakukan peninjauan langsung bersama Dinas Pekerjaan Umum untuk mengecek kembali alur saluran dan volume pekerjaan.
“Pembangunan infrastruktur tidak boleh berhenti pada realisasi fisik semata, tetapi harus benar-benar menyelesaikan persoalan banjir dan genangan,”katanya.
Untuk persoalan jalan dan rabat beton, Ratna menjelaskan mekanisme penganggaran telah diatur secara ketat. Meski sebagian program tahun berjalan telah terkunci, ia menyebut masih ada peluang melalui Anggaran Perubahan maupun skema swakelola jika kondisi di lapangan dinilai mendesak.
Sementara itu, terkait penerangan jalan umum, Ratna meminta warga aktif melaporkan titik lampu jalan yang mati atau hilang agar dapat segera dikoordinasikan dengan OPD terkait. Ia menegaskan, persoalan keamanan dan kenyamanan lingkungan menjadi prioritas yang harus segera ditangani.
Di sektor pemberdayaan ekonomi, Ratna juga menyoroti keluhan pelaku UMKM mengenai kendala administrasi. Ia menjelaskan pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai program bantuan, namun kelengkapan administrasi menjadi syarat utama agar bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran.
Ratna menegaskan keterbukaan dirinya dalam menerima aspirasi masyarakat. Ia mengajak warga untuk tidak hanya menunggu, tetapi aktif menyampaikan keluhan dan usulan agar dapat dikawal dalam proses perencanaan dan penganggaran.
“Silakan hubungi saya secara langsung melalui WA atau DM di Medsos. Aspirasi tidak boleh berhenti di forum seperti ini saja. Pemerintah juga harus proaktif hadir menyelesaikan persoalan warga,” ujar Ratna.
Melalui kegiatan penjaringan aspirasi tersebut, Ratna Mayasari Agan menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan solusi konkret atas berbagai persoalan infrastruktur dan pelayanan publik yang dihadapi warga Kelurahan Tatura Selatan. BIM