PALU — Komisi III DPRD Provinsi Sulawesi Tengah menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama sejumlah perangkat daerah dalam rangka pembahasan Rencana Kerja Tahun Anggaran 2026 serta evaluasi capaian kinerja dan prioritas pembangunan tahun berjalan. Rapat berlangsung di Ruang Baruga Gedung B Lantai 3 DPRD Sulteng, Senin (26/1/2026).

RDP dipimpin Ketua Komisi III Arnila Moh Ali dan dihadiri anggota Komisi III, yakni Marthen Tibe, Takwin, Sadat Anwar Bihala, Alfiani Eliata Sallata, Dandy Adhi Prabowo, Musliman, dan Royke Kaloh, serta pejabat Sekretariat DPRD Sulteng dan perwakilan perangkat daerah terkait.

Pembahasan rapat difokuskan pada penyelarasan rencana program dan kegiatan perangkat daerah dengan arah kebijakan pembangunan daerah, khususnya pada sektor infrastruktur, perumahan, penataan ruang, dan pelayanan dasar yang menjadi lingkup kerja Komisi III.

Dalam rapat tersebut, masing-masing perangkat daerah memaparkan capaian kinerja, progres pelaksanaan program tahun berjalan, serta rencana strategis yang akan diusulkan pada Tahun Anggaran 2026. Komisi III kemudian menyampaikan sejumlah masukan terkait efektivitas program, pemerataan pembangunan antarwilayah, serta pentingnya indikator kinerja yang terukur dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Ketua Komisi III Arnila Moh Ali menegaskan agar perencanaan pembangunan disusun berbasis data dan skala prioritas, serta mampu menjawab tantangan pembangunan ke depan.

“Perencanaan harus disusun secara realistis, berbasis data, dan memperhatikan keterbatasan anggaran, namun tetap berorientasi pada peningkatan kualitas layanan publik,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi program perangkat daerah dengan kebijakan nasional dan provinsi, terutama dalam mendukung percepatan pembangunan daerah tertinggal, kawasan pesisir, serta wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses infrastruktur.

Melalui RDP ini, Komisi III DPRD Provinsi Sulawesi Tengah berharap Rencana Kerja Tahun Anggaran 2026 dapat disusun secara lebih matang, terarah, dan akuntabel, sehingga pelaksanaan pembangunan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah.**