DONGGALA — Pemerintah Kabupaten Donggala terus mempercepat penanganan dampak bencana di sejumlah wilayah terdampak dengan memprioritaskan pemulihan akses infrastruktur, evakuasi warga, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, bersama unsur Forkopimda turun langsung meninjau lokasi terdampak di Dusun Sisere, Kecamatan Labuan, Senin (12/2/2026).
Bupati Vera Elena Laruni mengatakan, pemulihan akses transportasi masyarakat menjadi perhatian utama pemerintah daerah mengingat banyaknya titik jembatan dan jalan yang rusak akibat banjir dan longsor.
“Kami bergerak cepat agar akses warga tidak terputus terlalu lama. Penanganan darurat dilakukan sambil menyiapkan langkah perbaikan permanen,” ujar Vera Elena Laruni.
Di Kecamatan Sindue, satu jembatan dilaporkan amblas akibat derasnya aliran air sehingga sulit dilalui kendaraan. Sementara di Kecamatan Balaesang Tanjung, Desa Malei dilaporkan terisolir akibat terputusnya akses jalan. Pemerintah daerah telah menurunkan tim teknis dan alat berat untuk penanganan darurat di dua wilayah tersebut.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Donggala, Abdul Muin, menjelaskan bahwa selain Sindue dan Balaesang, dampak bencana juga terjadi di Kecamatan Labuan dan Tanantovea, termasuk wilayah yang masih terisolir dan mengalami kerusakan infrastruktur.
“Penanganan kami lakukan secara bertahap. Selain membuka akses darurat, kami juga menyalurkan bantuan sementara kepada warga terdampak,” kata Abdul Muin.
Menurut Abdul Muin, bantuan sementara yang telah dan sedang disalurkan meliputi bahan pangan pokok (sembako), air bersih, serta perlindungan kebutuhan dasar bagi warga yang terdampak dan terisolir. Khusus bagi warga yang kehilangan tempat tinggal, pemerintah telah menyiapkan hunian sementara serta bantuan perlengkapan tidur.
Ia menambahkan, kelompok rentan seperti ibu hamil, lansia, dan anak-anak menjadi prioritas dalam evakuasi dan penyaluran bantuan. Tim gabungan juga terus melakukan pendataan dampak dan kebutuhan lanjutan di lapangan.
Pemerintah Kabupaten Donggala telah menetapkan Status Tanggap Darurat untuk enam kecamatan terdampak, termasuk Labuan, Tanantovea, Sindue, dan Balaesang Tanjung. Status ini diberlakukan pada tahap awal selama satu minggu dan akan diperpanjang sesuai hasil evaluasi kondisi di lapangan.
Terkait pembiayaan, Bupati Vera Elena Laruni telah mengeluarkan kebijakan penggunaan dana tanggap darurat guna mempercepat perbaikan infrastruktur vital dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
“Penanganan ini menyangkut kebutuhan hidup masyarakat. Bantuan sementara kami pastikan tersalurkan sambil proses pemulihan berjalan,” tegas Bupati Vera.
Pemerintah Kabupaten Donggala memastikan penanganan bencana, penyaluran bantuan sementara, dan pemulihan akses akan terus dilakukan hingga kondisi di seluruh wilayah terdampak berangsur normal dan aktivitas masyarakat kembali berjalan. BIM