DONGGALA – Satu tahun masa kepemimpinan Bupati Vera Elena Laruni dan Wakil Bupati Taufik M. Burhan sejak dilantik pada 23 Februari 2025, mulai membawa perubahan wajah Kabupaten Donggala. Tidak hanya sekadar pembangunan fisik, pasangan ini secara konsisten menggelontorkan program-program yang menyasar langsung kesejahteraan masyarakat di berbagai sektor.
Di sektor pendidikan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Donggala telah merealisasikan pengadaan seragam sekolah gratis bagi 10.252 siswa SD dan 4.028 siswa SMP. Program ini menelan anggaran sebesar Rp4.878.117.558,00 sebagai bentuk komitmen meringankan beban orang tua murid di tahun pertama menjabat.
Tak hanya itu, keberpihakan pada pekerja informal ditunjukkan lewat langkah progresif pemberian jaminan perlindungan sosial. Melalui kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan, Pemkab Donggala memastikan para petugas rumah ibadah kini mendapatkan jaminan sosial yang layak.
“Sejak dilantik oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto, kami langsung bekerja untuk memastikan visi-misi terealisasi secara periodik. Capaian setahun ini adalah kerja keras kolektif seluruh struktur pemerintahan dan dukungan masyarakat,” ujar Vera Elena Laruni dalam keterangan tertulisnya.
Selain pendidikan dan jaminan sosial, beberapa program unggulan lainnya juga telah berjalan sukses, di antaranya:
• Program Keagamaan: Pengiriman 50 santri tahap pertama ke Pesantren Alkhairaat melalui program “Satu Desa Satu Hafiz/Hafizah”.
• Sektor Perikanan: Penyaluran kartu KUSUKA kepada 3.085 nelayan serta bantuan perahu fiber kapasitas 3-5 GT.
• Ekonomi Pertanian: Subsidi bunga 30 persen untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui Bank Mandiri guna membantu permodalan petani.
• Pelayanan Publik: Pengoperasian 6 UPTD Administrasi Kependudukan (Adminduk) di kecamatan-kecamatan strategis untuk mendekatkan layanan ke masyarakat.
Meski banyak perubahan signifikan, Bupati Vera menekankan bahwa capaian ini barulah langkah awal. Masih terdapat sejumlah tantangan dan ‘pekerjaan rumah’ (PR) besar dalam pembangunan infrastruktur jalan di wilayah terisolir seperti Pinembani dan Rio Pakava yang terus digenjot penyelesaiannya.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan masyarakat. Perjalanan masih panjang, dan kami akan terus memastikan setiap program benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga Kabupaten Donggala,” tutupnya.**