PALU – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny Lamadjido, menegaskan komitmen Pemprov dalam menjamin hak kesehatan warga melalui program BERANI Sehat.
Hingga 30 Juli 2025, tercatat 23.768 pengajuan layanan telah masuk dan 19.108 peserta telah berhasil dijamin kepesertaannya melalui sistem SEHATI.
“Jangan sampai ada masyarakat yang merintih kesakitan, tidak bisa berobat karena tidak punya uang,” tegas Wagub Reny Lamadjido bahwa tak ada lagi warga Sulteng yang terhalang akses kesehatan karena kesulitan finansial.
Penegasan itu disampaikan Wagub Reny dalam Forum Koordinasi BERANI Sehat yang digelar di Hotel Sutan Raja, Jumat (1/8/2025), dan dihadiri langsung oleh Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin. Forum tersebut menjadi wadah penyamaan persepsi antar instansi dan penguatan sinergi lintas sektor dalam implementasi program kesehatan gratis ini.
Forum tersebut diikuti oleh berbagai unsur penting, seperti para kepala rumah sakit, kepala puskesmas, tenaga kesehatan, serta perwakilan dari dinas sosial, dinas kesehatan, dinas kependudukan dan catatan sipil, serta para operator SEHATI se-Sulteng.
Untuk memperkuat pelaksanaan BERANI Sehat, Pemerintah Provinsi Sulteng juga membangun sistem SEHATI atau Sistem Elektronik Jaminan Kesehatan Terintegrasi. Sistem ini berfungsi menjangkau ribuan warga yang belum memiliki perlindungan kesehatan dan memastikan proses pelayanan berjalan cepat, tepat, dan berbasis data.
Dengan sistem SEHATI sebagai fondasi utama, program BERANI Sehat mampu mengintegrasikan data antarinstansi seperti Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, fasilitas kesehatan, hingga BPJS Kesehatan.
“Tidak menunggu lama langsung bisa masuk BERANI Sehat lewat SEHATI,” bebernya.
Wagub menegaskan bahwa pengelolaan anggaran untuk program ini dijalankan dengan prinsip akuntabilitas dan kehati-hatian. Dana APBD yang digunakan untuk mendanai BERANI Sehat diawasi ketat dan diaudit langsung oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
“Kami sangat hati-hati dalam mengelola BERANI Sehat,” terangnya.
Di sela forum, Wagub juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin atas kehadirannya di Sulawesi Tengah. Menkes sebelumnya juga meninjau langsung pelaksanaan operasi bedah jantung terbuka pertama di RS Undata, sekaligus menjadi narasumber dalam forum koordinasi.
“Terima kasih pak menteri, banyak sekali ilmu yang saya serap dari pak menteri supaya Sulawesi Tengah ke depan lebih baik lagi,” ungkapnya.
Melalui forum koordinasi ini, pemerintah berharap dapat menjaring masukan, menyamakan persepsi, serta memperkuat implementasi program BERANI Sehat, demi peningkatan jumlah kepesertaan JKN dan mewujudkan keadilan layanan kesehatan di seluruh wilayah Sulawesi Tengah.**