PALU – Sebanyak 111.190 peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBIJK) di Sulawesi Tengah dinonaktifkan berdasarkan SK 3 HUK Tahun 2026. Meski demikian, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan kesehatan melalui Program BERANI Sehat.

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny Lamadjido, menegaskan program tersebut telah disiapkan untuk mengantisipasi penonaktifan kepesertaan PBI oleh pemerintah pusat.

Menurut Reny, warga yang kepesertaan JKN-nya dinonaktifkan tetap bisa memperoleh layanan medis gratis. Bahkan, bagi masyarakat yang sama sekali belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan, cukup menunjukkan KTP Sulawesi Tengah untuk mendapatkan pelayanan.

“Kalo sama sekali tidak punya JKN langsung kita masukkan di Berani Sehat. Jadi Berani Sehat ini sudah mengantisipasi kalo dinonaktifkan oleh pusat penerima bantuan iuran (PBI) kita sudah antisipasi dari awal sejak tahun lalu,” ujar Reny, Rabu (11/02/2026).

Data menunjukkan, Kabupaten Parigi Moutong menjadi daerah dengan jumlah PBIJK nonaktif tertinggi yakni 18.584 jiwa. Disusul Kabupaten Poso 16.366 jiwa, Toli-Toli 11.403 jiwa, Banggai 11.111 jiwa, serta Donggala 9.241 jiwa.

Sementara itu, Buol tercatat 8.117 jiwa, Sigi 7.774 jiwa, Morowali Utara 6.184 jiwa, Kota Palu 5.705 jiwa, Morowali 5.397 jiwa, Banggai Kepulauan 4.898 jiwa, Tojo Una-Una 3.620 jiwa, dan Banggai Laut 2.790 jiwa.

Reny menegaskan, Program BERANI Sehat merupakan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah di bawah kepemimpinan Anwar Hafid dan Reny Lamadjido untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap inklusif dan tidak terhambat persoalan administrasi.

“Alhamdulillah, kami sudah antisipasi itu semua. Jadi kalau di data ini ada sekitar 111 ribu masyarakat yang dinonaktifkan, maka saat itu juga ia akan langsung dilayani dengan Berani Sehat,” katanya.

Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, turut menegaskan bahwa BERANI Sehat dirancang untuk menjawab berbagai persoalan layanan kesehatan, termasuk pembiayaan penyakit berat yang kerap menjadi kekhawatiran masyarakat.

“Masyarakat tidak perlu takut, apapun itu, cuci darah, penyakit jantung atau keanggotaan BPJS yang terputus, semua bisa selesai dengan Berani Sehat,” ucapnya.

Anwar menambahkan, Pemprov Sulteng terus melakukan pemutakhiran dan sinkronisasi data kepesertaan JKN dan PBIJK bersama pemerintah kabupaten dan kota agar bantuan iuran tepat sasaran serta mendukung perluasan cakupan Universal Health Coverage (UHC).

“Berani Sehat adalah komitmen kami untuk menghadirkan layanan kesehatan yang mudah, cepat, dan merata. Kesehatan masyarakat adalah prioritas utama pembangunan daerah,” tandas Anwar.**